Buku Solusi Kecerdasan Bioenergi (BQ)

Jalan Spiritual Menuju Kesembuhan & Kesuksesan

Buku “Kecerdasan Bioenergi (BQ)” merupakan buku solusi yang mengupas secara tuntas dan menyeluruh mengenai berbagai fenomena Bioenergi yang bisa dimanfaatkan oleh setiap orang untuk mengatasi semua masalah hidup secara cepat, tepat, mudah, praktis, dan efektif. Buku ini sangat aplikatif dan mudah dipraktikkan secara langsung oleh para pembaca untuk menemukan solusi dari semua masalah hidup yang mereka alami.

Buku Solusi Kecerdasan Bioenergi (BQ)

Jalan Spiritual Menuju Kesembuhan & Kesuksesan

Buku “Kecerdasan Bioenergi (BQ)” merupakan buku solusi yang mengupas secara tuntas dan menyeluruh mengenai berbagai fenomena Bioenergi yang bisa dimanfaatkan oleh setiap orang untuk mengatasi semua masalah hidup secara cepat, tepat, mudah, praktis, dan efektif. Buku ini sangat aplikatif dan mudah dipraktikkan secara langsung oleh para pembaca untuk menemukan solusi dari semua masalah hidup yang mereka alami.

Sebelum lanjut membaca, apakah ini yang Anda inginkan?

  • Hidup penuh keberuntungan?
  • Potensi diri meningkat?
  • Menemukan bentuk versi terbaikmu?
  • Mendapatkan berbagai kemudahan dalam hidup?
  • Memiliki pikiran jernih & tubuh bugar?
  • Hati tenang, damai dekat dengan Tuhan?
  • Kebahagiaan?

Jika Anda menginginkan 1 (Satu) atau semua dari beberapa pertanyaan di atas, maka Anda perlu membaca halaman ini sampai selesai.

Sadarkah-Anda
Sadarkah Anda? Sejatinya manusia mempunyai kekuatan maha dahsyat yang bersemayam dalam dirinya.

Ia bukan saja akan membantu mengeluarkan potensi Kekuatan Alamiah yang masih terpendam, tetapi juga mengatur dan membimbingnya dengan lebih baik dan menakjubkan. Ia adalah kekuatan spiritual.

Dan tahukah Anda, Jika kekuatan spiritual dalam diri seseorang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan Kecerdasan Spiritual, memelihara kesehatan Fisik & Psikis, Meroketkan Potensi Diri sehingga ia bisa tampil maksimal di setiap Aktifitas baik itu dalam Aktifitas Bisnis, Karir, Keluarga, Sosial, dll.

Buku Kecerdasan Bioenergi (BQ)

Rp 450.000

Melalui buku ini, Anda akan belajar tentang seluk beluk ilmu Bioenergi & cara memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari untuk mendukung aktifitas & pertumbuhan Anda dalam mengatasi berbagai masalah dalam hidup dan mewujudkan tujuan Anda

“Saatnya Anda membuka hati dan pikiran Anda untuk mau belajar bagaimana cara memanfaatkan Kecerdasan Bioenergi untuk membantu mengatasi satu atau lebih berbagai masalah Anda”

- Syaiful M. Maghsri

Penemu & Formulator Ilmu Bioenergi

Tentang Buku

Buku solusi Kecerdasan Bioenergi (Bioenergi Quotient) merupakan kekuatan alamiah ciptaan Tuhan. Siapa pun Anda tanpa terkecuali memiliki hak yang sama dengan semua hamba Tuhan lainnya untuk merasakan keajaiban Bioenergi. Keajaiban tersebut diharapkan untuk dapat mewujudkan setiap harapan dan keinginan Anda secara lebih cepat dan mudah.

Karena itulah, Kecerdasan Bioenergi perlu dipahami oleh setiap orang sehingga dapat dimanfaatkan untuk menjadi solusi masalah hidup. Hal inilah yang menjadi dasar utama disusunnya buku solusi “Kecerdasan Bioenergi”.

Buku Kecerdasan Bioenergi (BQ)

Rp 450.000

Melalui buku ini, Anda akan belajar tentang seluk beluk ilmu Bioenergi & cara memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari untuk mendukung aktifitas & pertumbuhan Anda dalam mengatasi berbagai masalah dalam hidup dan mewujudkan tujuan Anda

Daftar Isi

Daftar isi dalam buku ini meliputi:

Jika kita berbicara mengenai spiritualitas, seolah-olah kita dibawa ke tempat yang jauh di luar diri kita. Suatu tempat yang sulit untuk dijangkau. Suatu proses pencapaian yang sulit dibayangkan dan karenanya menjadi kelihatan tidak mungkin. Apakah memang benar demikian? Marilah kita urai sedikit demi sedikit tentang apa sebenarnya spiritualitas itu.

Spiritualitas berasal dari kata dasar “spirit” yang dalam kamus diterangkan sebagai sesuatu yang berhubungan dengan jiwa manusia. Memang dalam bahasa Inggris, “spirit” bisa juga berarti roh atau hantu, atau sesuatu keadaan gaib yang berada di dalam dan di luar manusia. Kita tentunya tak hendak membicarakan persoalan yang tidak memiliki koneksi langsung dengan manusia karena proses pemahamannya akan membutuhkan waktu yang terlalu lama.

Marilah kita menggunakan pengertian dasar kata “spirit” itu yang berhubungan langsung dengan manusia dan dimiliki oleh setiap manusia. Jadi, definisi yang kita gunakan untuk “spirit” adalah jiwa manusia dan “spiritualitas” adalah sesuatu yang ada dan berhubungan dengan jiwa manusia.

Mengapa jiwa manusia? Ya, karena kita hendak bicara tentang manusia dan semua manusia yang ada di dunia ini memiliki jiwa. Lalu bagaimana kita akan dapat memahami spiritualitas itu? Bahasan-bahasan di bawah ini akan menerangkan pada anda tentang prinsip dasar spiritual yang tentunya dapat anda gunakan untuk memahami secara personal tentang apa itu spiritual.

Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita bicara sedikit tentang manusia dan jiwa. Setiap orang tentulah paham dan mengerti sepenuh hati bahwa manusia ini terdiri dari tubuh dan jiwa. Eksistensi jiwa dapat diproyeksikan melalui pikiran, karena secara umum memang aktifitas jiwa dapat diketahui dengan pola kerja pikiran yang termanifestasikan melalui kata-kata dan atau perbuatan. Jadi, sangat wajar jika orang yang tidak dapat lagi berpikir runtut secara umum dapat dikatakan sebagai “lali jiwa” atau “lupa jiwa” atau gila.

Jiwa secara lebih mendalam dapat disejajarkan dengan hidup dan hidup, memang runtut serta mengikuti hukum-hukum universal yang telah tertentukan (mutlak). Tapi kenapa orang yang ‘lali jiwa’ itu dapat dikatakan masih hidup? Yah, karena memang dia hanya “lali jiwa” secara umum, akan tetapi orang itu tidak sepenuhnya meninggalkan jiwa. Yang terjadi adalah ia “lupa jiwa” sehingga pikirannya tidak bisa memproyeksikan eksistensi jiwa yang termanifestasikan melalui kata-kata dan perbuatan menurut hukum universal.

Karena jiwa itu adalah hidup, maka jiwa adalah energi. Seperti halnya tenaga listrik yang menggerakkan mesin, setiap manusia hidup ini memiliki energi untuk menggerakkan kehidupannya. Yang membedakan antara manusia yang satu dengan yang lain adalah kualitas energi dan penggunaannya. Kualitas energi yang tidak baik tentunya akan menghasilkan kualitas kehidupan yang tidak baik juga. Contohnya adalah seperti mesin itu, jika energi listrik yang diperlukan tak mencukupi kebutuhan maka akan terjadi kerusakan. Demikian juga dengan penggunaan energi, sebuah pesawat TV yang memiliki daya 110 volt akan langsung meledak jika kita aliri daya 220 volt.

Kualitas energi yang baik dan penggunaan energi secara benar ini dapat dipelajari oleh manusia, siapa saja, melalui Bioenergi. Bioenergi adalah satu daya yang kebanyakan dari kita belum mengenalnya. Secara singkat, Bioenergi dapat didefinisikan sebagai “suatu daya intensitas yang menyusupi struktur-struktur anatomis dari semua benda termasuk atmosfir di sekitarnya”.

Setiap manusia dengan sendirinya memiliki dan berhak mendapatkan Bioenergi, karena ia adalah satu pemberian agung dari kaidah hukum universal yang mutlak itu. Jadi sumber Bioenergi ini adalah satu, yaitu Tuhan Yang Maha Esa, yang memberi dan memiliki hak dan kuasa tunggal terhadap hukum universal mutlak itu. Dari pengertian ini maka dapat kita simpulkan bahwa: “Bioenergi merupakan energi kehidupan di alam ini yang menyusupi dan menggerakkan seluruh aktifitas kehidupan di mana sumber tertinggi adalah Tuhan Maha Esa”.

Bioenergi mempunyai sifat kecerdasannya sendiri yang mengalir dan bergerak secara alamiah mengikuti tatanan hukum universal. Dalam kehidupan manusia, Bioenergi dapat dipengaruhi, baik secara sadar atau tidak, oleh arah pikiran dan hati seseorang yang dapat berpengaruh pada pola hidup yang positif atau negatife. Untuk itulah setiap orang perlu memahami Bioenergi yang cerdas. Ini agar dapat memanfaatkan potensinya yang telah dianugerahkan oleh Tuhan kepada kita.

Dari uraian di atas, telah kita singgung bahwa manusia terdiri dari tubuh dan jiwa. Karena jiwa adalah energi yang hidup, dan menjalankan hidup maka dapat dikatakan ia adalah Bioenergi itu sendiri. Kalau demikian, lalu bagaimana Bioenergi dapat masuk ke dalam tubuh manusia? Bioenergi berinteraksi ke dalam tubuh manusia melalui jalur-jalur energi di mana pada jalur tersebut terdapat beberapa pusat energi eterik (Generator Bioenergi). Jika Bioenergi melewati jalur energi terus ke generator dan tersesuaikan, maka generator tersebut makin seimbang dan kemampuan psikis generator akan makin aktif.

Proses penyesuaian Bioenergi dapat dikatakan sempurna bila seluruh generator menjadi seimbang sampai ke generator kepala dan menyatu dengan alam, sehingga kita dapat mencapai pencerahan spiritual. Nah, kita telah sampai lagi pada kata “spiritual” yang telah kita terangkan melalui pendekatan Bioenergi tersebut. Maka sekarang sampailah kita pada prinsip-prinsip dasar pemahaman spiritual untuk dapat mengenal daya Kecerdasan Bioenergi.

1. Alam Semesta, Satu Jaringan yang Terpadu

Kehidupan, jika diamati secara mendalam, kita mulai menyadari adanya satu kesatuan, sebuah realitas tunggal di alam semesta. Kita dapat mengatakan bahwa ada satu Tuhan, satu kehidupan, dan satu alam. Realitas tunggal ini ada di sekeliling kita dan di dalam diri kita, kenapa bisa demikian?

Alam semesta atau jagad raya, segala tatanannya ada tergambar di dalam diri kita. Mari kita telaah secara umum saja. Menurut hukum fisika alam raya, bumi tempat manusia hidup ini hanyalah planet yang ukurannya sangat kecil jika dibandingkan dengan luas dan jumlah planet yang ada dalam Galaksi Bimasakti (sebuah galaksi di mana bumi menjadi salah satu anggotanya dan ada jutaan galaksi lain di alam raya). Planet sangat kecil tempat kita hidup ini mengikuti tatanan dan hukum alam raya untuk mempertahankan keberadaannya. Bumi selalu akan mengikuti garis edarnya mengelilingi matahari, demikian juga planet-planet lain yang ikut mengedari matahari itu. Garis edar planet ini tidak dihasilkan oleh planet mana yang lebih kuat dan mana yang lemah. Masing-masing memiliki energinya sendiri dan saling tarik-menarik, sehingga mereka tetap bertahan menggantung di alam raya dan membentuk garis edar. Jadi, di alam raya tidak ada konsep saling unggul. Masing-masing energi benda langit itu menentukan yang lainnya, sekecil apapun energi dan benda langit itu.

Sekarang kita lihat kehidupan di bumi kita sendiri. Ribuan tahun orang mencari tahu tentang partikel terkecil pembentuk jagad raya. Ribuan tahun lalu, tanah, api, udara, dan air telah dianggap orang sebagai anasir inti pembentuk segala benda yang ada di bumi. Pada beberapa masyarakat tertentu, menambahkan kayu, besi, dan beberapa benda lain sebagai anasir inti, dan beberapa waktu kemudian para ahli fisika menambahkan ether sebagai salah satu anasir inti. Ether dimasukkan sebagai salah satu anasir inti karena manusia pada saat itu menganggap cahaya matahari sampai ke bumi dengan perantara ether. Teori ini gagal setelah kemudian diketahui bahwa cahaya tidak membutuhkan perantara apapun untuk mencapai tempatnya. Ether tak lagi menjadi anasir inti. Dan keberadaan anasir inti itu masih menjadi bahan perdebatan hebat.

Nah, baru setelah orang menemukan atom, maka mereka dapat menduga dengan pasti bahwa ia-lah partikel terkecil atau anasir inti pembentuk jagad raya ini. Atom adalah sesuatu yang sangat kecil karena ia tak bisa dilihat denga mata, ya seperti bumi di Galaksi Bimasakti itu. Sekarang sudah kita dapat kepastian bahwa atomlah partikel terkecil atau anasir intinya.

Tak lama kemudian, dugaan pasti manusia ini harus diubah karena di dalam atom ternyata terkandung ion-ion yang disebut; proton, neutron, dan elektron. Ah, dalam atom yang tak terlihat itu ternyata masih terdapat unsur-unsur pembentuknya. Namun tak berselang lama juga pendapat manusia itu harus diubah lagi sesuai dengan dugaan terbaru, bahwa ion-ion itupun memiliki unsur pembentuknya yang disebut dengan “quark” yang terdiri dari enam rasa. Lihatlah, di dalam atom masih ada ion dan di dalam ion masih ada “quark”.

Mari sekarang pandangan ini kita balik cara melihatnya,kalau tadi dari yang besar ke yang kecil, sekarang dari yang kecil ke yang besar. “Quark” yang enam rasa itu bersinggungan satu sama lain dan gabungan dari rasa-rasa itulah yang membentuk ion-ion. Dari ion-ion ini terbentuklah atom dan selanjutnya dari atom terbentuk molekul-molekul dan seterusnya, hingga akhirnya terbentuklah jagad raya yang maha luas itu.

Masing-masing materi yang ada di jagad raya ini memiliki energinya sendiri dan bergerak menurut hukum universal mutlak atau hukum Tuhan. Tidak ada yang satu lebih penting dari yang lain. “Quark” tidak memiliki eksistensi tanpa membentuk ion dan ion tak memiliki eksistensi tanpa membentuk atom, demikian seterusnya sampai keseluruhan wujud jagad raya. Begitu juga sebaliknya, atom tidak ada tanpa ion dan ion tidak ada tanpa “quark”, begitu seterusnya.

Masing-masing keberadaan ini menjalankan tugasnya sendiri-sendiri dan saling kait-mengkait karena sistem alam raya adalah berupa jaringan seperti halnya jaring laba-laba. Jadi, jika terjadi kerusakan kecil pada sistem ini berarti seluruh keadaan jaringan juga mengalami penurunan kualitas hubungan. Akan tapi, karena adanya sifat pelepasan dan pengikatan energi, maka tatanan alam raya itu tetap saja berjalan sebagaimana mestinya. Artinya, jika ada satu kerusakan pada satu bagian tertentu, maka energi yang lepas karena kerusakan itu akan diikat oleh energi lain sehingga kerusakan itu telah diganti. Sekarang dapatlah kita bayangkan betapa hebat alam raya kita itu, betapa hebat tatanannya, betapa hebat hukum-hukumnya, dan betapa hebat Tuhan.

Karena sistem alam raya ini berupa jaringan, maka dengan sendirinya manusia yang tinggal di bumi inipun tidak lepas dari sistem dan hukum alam raya tersebut. Artinya, keberadaan manusia dan segala tingkah lakunya di muka bumi ini sangatlah berpengaruh bagi tata sistem dan hukum alam raya. Mungkin kita akan ragu-ragu untuk mengiyakan pernyataan ini, tapi kalau kita lihat bahwa kebocoran ozone itu adalah akibat olah polah manusia, maka segera kita akan menyadari kebenaran pernyataan itu.

Sudah menjadi kodrat manusia untuk hidup mengikuti hukum alam raya. Jika kita bedah tubuh kita, secara fisik terlihat adanya satu tatanan jaringan seperti halnya alam raya kita. Sel-sel yang luar biasa kecilnya itu ternyata memiliki peran yang hebat dalam menyusun, membentuk, dan mengatur fungsi anatomis kita. Karena hakikat manusia sama dengan hakikat alam raya maka dalam tubuh manusia pun tidak ada bagian-bagian tertentu yang mengungguli bagian lain.

Jika satu bagian rusak, maka ia akan mempengaruhi kinerja keseluruhan jaringan.

Semua bagian sama pentingnya bagi keberlangsungan kinerja jaringan tubuh kita itu. Seperti halnya benda langit di alam raya, masing-masing bagian tubuh kita itupun memiliki energinya dan bergerak berdasarkan energi ini. Pelepasan dan pengikatan energi dari setiap bagian tubuh ini yang menyeimbangkan keadaan dan tata sistem jaringan tubuh kita.

Dengan memahami hal ini, maka kita dapat mengatakan bahwa alam semesta dan manusia itu merupakan satu kesatuan jaringan yang padu. Nah, sekarang barulah kita sadar bahwa manusia memiliki koneksi bagi tata alam raya yang maha luas dan tak terlihat seluruhnya oleh mata dan tak terjangkau seluruhnya oleh tangan kita. Semuanya berjalan sesuai dengan hukum dan kehendak Tuhan Maha Bijaksana dan Tuhan ada dalam setiap jiwa manusia yang yakin dan percaya.

2. Hukum keseimbangan

Konsep penting berikutnya adalah memahami bahwa realitas tunggal semesta itu adalah positif. Artinya tatanan, hukum, dan kinerja jaringan alam raya tersebut mengacu pada kebaikan. Semangat kehidupan merupakan satu kekuatan yang konstruktif dan harmonis. Tidak ada konsep destruktif dalam tata kehidupan alami ini. Kepunahan satu spesies binatang tertentu bukanlah suatu kerja destruktif, akan tetapi merupakan evolusi alami di mana tingkat kehidupan yang lebih baik terlahirkan. Yang perlu diingat adalah kata “alami” karena perubahan tak alami atau perubahan buatan bisa saja bersifat destruktif.

Mari sedikit kembali pada tatanan semesta yang positif itu. Perubahan alami yang terjadi di alam semesta pada dasarnya merupakan proses menuju pada keadaan lebih baik. Lihat saja bumi kita yang terlahir dari bola gas panas dan akhirnya membeku sampai tanda-tanda kehidupan menemukan kelahirannya. Terjadinya bintang jatuh atau planet yang lenyap bukanlah satu hal yang destruktif, karena energi yang terpendar dari kejatuhan bintang atau lenyapnya planet itu akan terikat dan bergabung dengan benda langit lain, sehingga meningkatkan kualitasnya kepada yang lebih baik.

Tatanan dan hukum alam raya yang selalu positif itu menggambarkan kepada kita betapa tatanan dan hukum Tuhan itu memiliki kebaikan absolut. Nah, karena kinerja jaringan alam raya itu sama modelnya dengan kinerja jaringan tubuh kita dan mengikuti tatanan dan hukum yang selalu positif, maka sudah sepantasnya keberadaan diri kita mendapat atau merupakan pancaran dari tatanan dan hukum Tuhan yang memiliki kebaikan absolut itu.

Karena kinerja jaringan semesta yang saling kait-mengkait dan bertahan dalam keadaan seimbang, maka sudah sepantasnya kalau konsep harmoni itu menjadi salah satu wawasan penting dalam kehidupan kita. Mari kita bertanya pada satu hal yang sedikit menggugat. Jika kinerja jaringan alam raya ini mempertahankan keadaan seimbang, maka mengapa kita perlu mempedulikan apa itu harmoni, toh apapun yang akan kita lakukan dengan sendirinya akan diseimbangkan oleh tatanan dan hukum alam yang selalu positif itu?

Ah, kita ini memang manusia yang mudah lupa dan sulit menerima hal baik. Kalau kita hanya sebuah benda langit yang tidak memiliki dan merasakan apa hidup ini mungkin hal itu tak menjadi masalah. Coba anggap kita ini sebuah planet dan lenyap karena menciptakan kerusakan di dalamnya, maka energi kita akan terserap oleh energi lain demi kualitas yang lebih baik dan demi keseimbangan. Tapi, apakah kita mau menganggap diri kita ini benda mati yang hanya memiliki energi tapi tak memliki kehidupan? Apakah manusia mau lenyap seperti halnya planet?

Ingat, kita bisa saja berbuat sesuka hati, menyebabkan kerusakan dalam bentuk apapun, tapi tatanan hukum alam tak akan terpengaruh karenanya. Kalau saja manusia meledakkan seluruh bom nuklir yang ada di dunia ini, paling-paling bumi akan hancur dan alam raya tetap saja bertahan pada keseimbangannya, tapi spesies manusia akan punah. Maukah kita punah? Jawaban anda tentu saja tidak! Kita merasakan dan memiliki apa yang disebut kehidupan dalam diri kita, sudah barang tentu kalau kita mempertahankannya. Maka harmoni adalah landasan dasar bagi keseluruhan proses kehidupan kita.

Tatanan alam bergerak selalu menuju kebaikan, hal yang sama terjadi pada pemikiran manusia. Setiap manusia pasti akan berpikir untuk memperbaiki kualitas hidup dan kehidupannya. Intinya, tak ada seorang pun yang menghendaki kejelekan dalam perkembangan hidupnya. Proses hidup manusia adalah proses kreatif dan kreatifitas yang diproduksi menuju ke arah lebih baik dan lebih harmonis.

Dengan kerangka harmoni, maka seorang manusia benar-benar akan dapat merasakan anugerah Tuhan dalam setiap langkahnya. Konsep harmoni bukanlah konsep mengungguli atau berusaha menang dari yang lain. Harmoni lebih mengarah pada diri sendiri dan hanya kita sendiri yang dapat merasakan apa itu harmoni hidup. Harmoni membawa kita pada kedamaian dan ketenangan hidup.

Harmoni tidak pernah mengenal kata “terlalu” dalam proses perjalanannya. Ia adalah sebuah tatanan yang berjalan menurut hukum keseimbangan. Seorang yang bekerja “terlalu” keras tentu tidak akan bisa menjaga stamina tubuhnya. Kelelahan akan menyerang dan keseimbangan tubuh menjadi kacau. Jika sudah demikian, maka senantiasa orang tersebut akan berada dalam situasi ketidaktenangan. Segala tindakan yang dilakukan manusia adalah sebuah proses pelepasan energi. Dengan demikian, energi yang terlalu banyak dilepaskan akan menganggu proses pemulihan keseimbangan energi.

Kita perlu mengenal energi tubuh; perlu mengenal dan mengikuti tata hukum keseimbangan dalam hidup. Sebagai manifestasi yang terkuat dan terindah akan kita temukan konsep harmoni energi ini dalam kata “cinta”. Seorang yang hidup hanya mengandalkan tindakan yang berdasar pada kebencian tentu akan mengalami keterasingan yang amat sangat. Cinta adalah sebuah tindakan memberi tanpa mengharap pemberian balik. Yang didapat dari cinta adalah penerimaan alami yang indah.

Seorang petani yang betul-betul memberikan cinta pada pohon yang ditanamnya, dengan sendirinya akan menumbuhkan pohon itu melebihi apa yang ada dalam pikiran si petani itu. Buah yang dihasilkan pun tentu akan lebih lebat, melebihi perkiraan semua orang. Buah inilah yang disebut sebagai penerimaan alami bagi si petani yang telah memberikan cintanya pada pohon itu. Kalau saja petani dalam menanam pohon ini mengikuti metode tertentu dalam teknik pertanian, maka hasil yang ia dapatkan pasti akan bisa diperkirakan sebelumnya. Tapi tidak dengan memberinya cinta karena cinta adalah keajaiban. Ia adalah bukti kasih Tuhan pada semesta.

Cinta Tuhan adalah cinta mutlak yang di dalamnya tidak mengandung pengingkaran. Manusia bisa saja melupakan dan tidak mencintai Tuhan, tapi Tuhan senantiasa akan memberikan cintanya pada semesta, pada manusia. Sebagai bagian dari semesta, tentu saja kita dapat merasakan energi cinta mutlak Tuhan tersebut dan bisa menjalankannya dalam kehidupan kita. Energi cinta adalah positif, karenanya ia akan dapat menghasilkan hal-hal baik yang sebelumnya tidak pernah terlintas dalam pikiran kita. Energi cinta bergerak dalam konsep harmoni, maka sepasang suami-istri yang saling mencintai satu sama lain akan disebut orang sebagai pasangan yang harmonis.

Dalam menjalani kehidupannya, manusia bergerak atas dasar cinta dan hukum atau dengan kata lain energi positif dalam tatanan harmonis. Setiap energi positif yang dikeluarkan oleh manusia melalui pikiran dan tindakan adalah berdasar pada cinta dan karenanya ia mengikuti tata harmoni semesta. Energi yang merupakan sumber daya hidup manusia itu tidak akan berarti apapun jika ia digerakkan berdasar pada kebencian dan karena kebencian adalah pengingkaran tata harmoni semesta, maka akibat yang terjadi tak lain dan tak bukan adalah kerusakan. Kerusakan pada harmoni dan rasa cinta manusia itu sendiri.

Sebagai contoh, seseorang yang mengerjakan suatu pekerjaan berdasar pada sikap benci tentu tidak akan dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut tepat waktu. Kalaupun berhasil, maka kualitas pekerjaannya dapat dipastikan sangatlah payah. Mengapa ia benci pada pekerjaannya? Satu sebab logis yang paling dapat diduga adalah ia melakukan pekerjaan itu demi uang dan bukan pekerjaan yang sesungguhnya ia ingin kerjakan. Karena demi sesuatu yang berada di luar dirinya (uang), ia terpaksa lakukan pekerjaan itu. Keadaan terpaksa inilah yang membuat ia tidak bisa menikmati pekerjaannya. Jika seseorang sudah tidak lagi menikmati pekerjaannya, maka sudah bisa kita bayangkan bagaimana kualitas hasil kerjanya. Lalu di mana letak kerusakannya? Secara eksternal, ia akan merusak kualitas hasil kerja dan secara internal telah merusak dirinya sendiri. Oleh karena terpaksa, maka ia harus melakukan pekerjaan yang sesungguhnya tidak membawa kenikmatan dalam hidupnya.

Jadi, sekarang telah kita dapatkan gambaran bahwa setiap individu memiliki energi sebagai sumber daya hidup yang pergerakannya sesuai dengan tata hukum harmoni semesta. Manifestasi harmoni semesta itu dapat kita lihat dalam makna cinta. Setiap penyimpangan yang terjadi atau kita lakukan adalah pembuangan energi yang tanpa guna dan menyebabkan kerusakan. Untuk itu, marilah kita hidup berdasar pada cinta yang bergerak sesuai tata harmoni semesta.

3. Terbatas dan Tanpa Batas

Setiap dari kita tentunya tahu bahwa segala apa yang dimiliki oleh manusia adalah terbatas. Apakah itu potensi, kreatifitas, kehidupan, dan bahkan energi itu sendiripun terbatas. Akan tapi karena kita adalah bagian dari semesta yang tanpa batas itu, maka dengan sendirinya kita juga merupakan pancaran dari sesuatu yang tanpa batas itu. Semesta yang luasnya tak terbatas hanya dapat dijangkau dalam pikiran universal. Oleh karena kita merupakan sebuah bagian dari yang keseluruhan, maka kita mengindividualisasikannya menjadi satu pikiran, pengekspresian keseluruhan. Keterbatasan yang ada pada kita itu merupakan sumber kenyamanan untuk mengetahui sesuatu dari kita yang tanpa batas dan diisi dengan potensi kebaikan.

Dasar spiritual adalah kecerdasan atau pikiran universal. Sebagai suatu prinsip pikiran, dasar itu mesti tanpa batas dan ada di mana-mana. Karena sifatnya yang tanpa batas itu menyebabkan segala sesuatunya mungkin terjadi. Jadi, Ialah yang menyebabkan kita semua. Kita memiliki kemunculan darinya dan hidup di dalamnya, karena kita tidak pernah keluar darinya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kecerdasan tanpa batas ini muncul bersama keberadaan kita. Kesadaran spiritual ini eksis sebagaimana anda dapat memilikinya. Kesadaran ini merupakan takdir alamiah Anda, atas kuasa dan pengetahuan Tuhan melalui Anda pada titik individual Anda.

Marilah secara umum kita bicarakan hal terbatas dan tanpa batas ini. Manusia memiliki keterbatasan dalam segala hal. Oleh karena itu usaha-usaha yang dilakukan oleh manusia sepanjang hidupnya di bumi ini adalah untuk menyingkap batas-batas itu. Yang terjadi biasanya selalu saja sama, yaitu usaha penyingkapan batas ini pada akhirnya menciptakan batas lain dan membutuhkan waktu lama lebih lagi untuk menyingkapnya. Mengapa usaha ini selalu berhenti demikian? Jenis usaha yang dilakukan oleh manusia seperti tersebut di atas itu sifatnya fisik dan berada di luar diri manusia sendiri. Hal ini dapat digambarkan seperti halnya orang berjalan mendekati ufuk, semakin ia berusaha dekat semakin ufuk itu bergerak menjauh. Ufuk selalu saja ada. Demikian juga batas, maka terimalah ia sebagai salah satu bagian dari keberadaan alami anda.

Usaha manusia untuk menyingkap batas secara fisik ini akan menemukan bentuk lainnya jika dipahami dengan kesadaran spiritual yang kita temukan dalam pikiran universal, atau kecerdasan universal. Oleh karena kita merupakan pancaran dari satu yang tunggal dan universal maka kita pun juga memiliki kemampuan untuk itu dalam pemahaman pikiran kita. Pikiran secara fisik dapat dikatakan sebagai aktifitas otak yang terdiri dari milyaran sel dalam bentuk kerja jaringan. Karena jumlah yang begitu banyak dari sel otak, maka aktifitas kerja pikiran manusia melebihi dugaan manusia sendiri terhadapnya. Ingat, bahwa setiap sel memiliki fungsi dan arti yang sama besarnya antara satu sama lain. Jumlah yang begitu banyak dan memiliki fungsi dan arti sama tentu tak dapat kita bayangkan kekuatan atau kemampuannya. Sering orang berkata jika ia menemukan suatu jalan keluar yang baik dan tak terduga bagi sebuah masalah ia akan mengatakan, “Ah, tak terlintas dalam pikiranku sebelumnya”. Ini adalah gambaran sederhana dari kemampuan pikiran kita.

Segala sesuatu bisa saja terjadi dalam pikiran manusia, semustahil apapun keadaan itu. Orang bisa saja berpikir atau berimajinasi menggunakan pikiran bahwa ia dapat bicara dengan batu-batuan, dapat terbang seperti roket, dan atau yang lain. Oleh karena kemustahilan kenyataan di alam materi, maka imajinasi orang seperti itu dikatakan sebagai khayalan semata. Tidak menutup kemungkinan sebetulnya bahwa yang bersifat khayali itu bisa atau mungkin saja terjadi. Pada jaman dahulu orang tentu akan menganggap suatu khayal terhadap ide manusia bisa terbang, akan tetapi setiap orang menjadi percaya setelah ditemukan pesawat terbang.

Lihatlah, betapa kemampuan pikiran kita melebihi apa yang telah kita duga sebelumnya. Berbahagialah manusia yang memahami keberadaan dan universalitas pikiran itu. Kemampuan pikiran kita adalah tanpa batas, hanya perwujudan fisik pikiran sajalah yang mengikuti hukum terbatas. Sebagai manusia yang memiliki wujud fisik, kita mengikuti hukum keterbatasan; dengan kata lain semua manusia akan mati. Untuk itu, pemahaman pikiran manusia akan lebih baik jika diarahkan pada potensi positif yang berdasar pada tata hukum harmoni semesta itu. Yang disebut pikiran universal dan bersifat tunggal sebagai milik Tuhan itu selalu berada dalam kemajuan positif.

Dalam kaitannya dengan energi sebagai sumber daya dan kualitas hidup, maka aktifitas pikiran kita pun juga bergerak karena energi ini. Setiap orang yang berpikir akan melepaskan energi. Energi yang dimiliki manusia inipun dalam bentuk fisiknya juga mengalami keterbatasan, akan tetapi secara rohaniah ia adalah kekal. Jadi, dalam energipun kita akan menemui hukum terbatas dan tanpa batas itu. Dalam wujud fisik, kita akan mudah mengetahui keterbatasan energi kita, dalam artian orang tidak akan kuat mengangkat batu seberat 10 kilogarm hanya dengan jari kelingking. Dalam wujudnya yang rohaniah energi dapat menghasilkan sesuatu hal luar biasa di luar dugaan manusia sebelumnya, seperti pikiran kita. Wujud rohaniah energi dalam tubuh manusia ini dapat dikatakan sebagai Bioenergi.

4. Tiga tingkat kehidupan

Kehidupan terjadi pada tiga tingkat; Yang mutlak atau tak sadar, bawah sadar, dan sadar. Kedudukan ketiga tingkat ini menurut penampakan fisiknya dapat digambarkan bahwa: yang mutlak adalah di bawah, bawah sadar di tengah, dan yang teratas adalah keadaan sadar itu. Jika digambarkan melalui pikiran, maka ketiga tingkat ini dapat disebutkan sebagai berikut; yang mutlak adalah bidang tak terbatas dari jiwa, energi atau pikiran atau Tuhan untuk menggambarkan satu Kesatuan Universal. Pikiran bawah sadar adalah terminal penerima yang berakar pada yang tanpa batas, sedangkan pikiran sadar adalah yang menyadari sesuatu, yang menilai, menganalisa, dan menentukan satu pilihan.

Yang mutlak atau tak sadar ada pada kedalaman keberadaan ini. Ia primordial dan kita semua lahir dari sana. Arketip asli atau pola yang sempurna semua ada pada level yang mutlak ini. Ia adalah yang tak bersyarat, jiwa murni, keberadaan murni itu sendiri, prinsip pada dirinya. Yang mutlak atau tak sadar ini terindividualisasikan pada kita yang terdiri dari dua bagian, bawah sadar dan sadar.

Ketika kita bicara mengenai jiwa murni, maka kita akan dengan sendirinya menyentuh wilayah intelejensi tak terbatas. Banyak orang menyebut hal ini sebagai pikiran Illahi, kesadaran universal, atau kesadaran Tuhan. Berbicara mengenai jiwa berarti kita berbicara mengenai prinsip intelejensi di alam semesta. Prinsip intelejensi yang selalu beroperasi ini dapat kita tangkap dalam gambaran alam semesta dan segala hukum tatanannya. Oleh karena itu pikiran tak terbatas atau intelejensi tak terbatas hanya dapat mewujud melalui ide-ide. Ide-ide yang mengekspresikan prinsip pikiran ini bersifat spiritual, karenanya ia berada jauh di kedalaman dan tak terjamah secara fisik, tapi kita merasakan aktifitas ekspresinya. Dalam keadaannya yang spiritual, kedua tingkatan kehidupan kita yang lain akan mengikuti prinsip pikiran ini.

Ada dua aspek pikiran individual yang tadi telah dijelaskan sebagai bagian dari tiga tingkatan kehidupan itu. Mereka adalah: bawah sadar dan sadar itu sendiri. Pikiran bawah sadar bersifat subyektif dan merupakan sifat dasar manusia. Ini adalah dasar kepribadian diri orang itu yang mengandung “pola dalam” orang itu. Pikiran bawah sadar melampaui bidang fisik dan ada pada bidang jiwa seseorang. Pikiran subyektif ini merupakan aspek kreatif seseorang dan merupakan intelejensi pemberi informasi. Ini menjelaskan adanya arahan dari bidang tak sadar dalam pikiran.

Secara lebih mudah, bawah sadar menerima arahan dari yang mutlak atau tak sadar dan memberikan informasinya kepada pikiran sadar. Pada tingkat subyektif atau bawah sadar ini, orang menyatu dengan segala sesuatu yang akan dia butuhkan atau peroleh, karena di sinilah orang berakar pada yang tak terbatas. Bidang subyektif ini merupakan bidang energi, bidang substansi tak terbatas karena mendapat pasokan energi yang tak pernah berhenti, ada potensi untuk mengekspresikan segala sesuatu.

Sebaliknya pikiran bawah sadar ini juga menerima pikiran sadar kita. Dalam wilayah sadar kita punya kemampuan untuk memilih, menganalisa, mengukur, dan menentukan. Pikiran sadar ini memberi kepada bawah sadar apa yang ia pilih, apa yang telah ia seleksi. Bawah sadar segera merespon pada pikiran sadar kita. Ia dapat menghasilkan segala sesuatu yang diperlukan jika kita benar-benar memelihara dan menjaga pikiran sadar ini dalam kondisi sensitif untuk mengetahui informasi bawah sadar. Karena sifatnya yang berakar pada yang mutlak ini, bawah sadar dapat kita anggap sebagai cermin pada aspek kesadaran.

Pikiran sadar dan bawah sadar ini dapat dikatakan sebagai dwi tunggal, mereka bergerak menjadi satu ketika kita mulai memikirkan sesuatu. Hasil tindakan dari pikiran kita ini memang ditentukan secara pasti oleh kesadaran kita, tapi pikiran bawah sadar selalu saja menyertai karena ia menerima seluruh pengalaman pikiran sadar yang pernah kita lakukan sebelumnya.

Sifat bawah sadar yang selalu menerima ini bisa saja menjadi bumerang pada kesadaran kita karena fungsinya seperti cermin perekam. Oleh karena terlalu banyaknya ia menerima pengalaman dari pikiran sadar tentang suatu hal atau peristiwa hidup, maka ia memiliki pola kebiasaan. Sebagai misal kita bangun pagi langsung gosok gigi dan mandi. Hal ini telah kita lakukan bertahun-tahun sehingga menghasilkan pola kebiasaan dalam bawah sadar kita. Jika keputusan-keputusan sadar yang kita buat terjebak pada pola kebiasaan ini, maka kita akan terombang-ambing. Jika ini yang terjadi, maka dalam kehidupan kita akan mengalami siklus pengulangan yang melingkar, dan dengan demikian kita tidak dapat menemukan kemajuan kehidupan.

Untuk itu, dalam peristiwa atau permasalahan tertentu kita perlu mengenal dan merasakan betul bawah sadar kita sebagai bidang bawah sadar yang murni, yang berakar pada yang mutlak, sehingga kita dapat menyerap informasi dari yang mutlak itu. Dengan menempatkan bawah sadar sebagai bidang yang murni atau sebagai dirinya sendiri itu, maka kita akan membuka pengalaman-pengalaman keputusan pikiran sadar yang telah menutupi bawah sadar itu.

Dari sudut Bioenergi tiga tingkatan ini akan mendapat gambaran mekanisnya secara jelas. Yang mutlak atau tak sadar merupakan sumber energi tunggal pemberian Tuhan. Bidang bawah sadar adalah pusat-pusat energi yang terdapat dalam tubuh manusia sedangkan pikiran sadar adalah ekspresi atau tindakan langsung dari energi itu sendiri. Manusialah yang berhak menentukan kegunaan energi itu sediri seperti halnya pikiran sadar kita yang berhak memilih sebuah aksi yang akan dilakukan.

Penentuan penggunaan pikiran sadar atau energi ini akan mendapat makna universalitasnya jika dapat menangkap impuls bawah sadar (pusat-pusat energi) yang berakar pada yang mutlak atau tak sadar atau tata hukum semesta yang senantiasa positif itu atau Tuhan. Jika energi yang kita gunakan atau salurkan itu bersifat negatif, maka tentu saja ia akan mengalami kerusakan dan berakibat langsung ataupun tidak langsung pada kehidupan kita. Hal ini dikarenakan ia telah menyimpang dari tata hukum semesta yang senantiasa positif dan konstruktif.

Pola kebiasaan yang terdapat dalam bawah sadar inipun dapat terjadi dalam Bioenergi. Oleh karena ada tindakan-tindakan pikiran atau pengeluaran energi melalui tindakan itu, maka generator-generator Bioenergi akan tersumbat atau tertutupi. Sebagai misal seorang pekerja berat yang setiap harinya menggunakan kekuatan tangan dalam bekerja akan mengeluarkan dan memusatkan kekuatan energi pada tangannya. Karena hal itu berjalan dalam waktu yang lama, maka generator yang lain mungkin akan mengalami kerusakan atau tersumbat karena memang tidak pernah difungsikan dan ini sudah menjadi pola kebiasaan. Untuk menghindari pola kebiasaan ini, tentunya kita memerlukan waktu khusus untuk mengolah pusat-pusat energi secara keseluruhan, sehingga Bioenergi itu benar-benar dapat kita rasakan kehadirannya secara menyeluruh.

5. Dunia fisik adalah dunia akibat

Dunia fisik, dunia kondisi, atau dunia materi yang kita alami setiap hari adalah dunia akibat. Ia adalah dunia naik turun. Dari sudut pandang kosmis, intelejensi manusia bekerja melalui hukum rata-rata sehingga memungkinkan terjadinya kecelakaan dan kegagalan pada diri manusia, hal ini terlihat adanya teori Darwin yang mengatakan siapa kuat akan bertahan hidup. Hukum ini bekerja demi keseimbangan pada alam. Pada tingkat manusia, perkembangan intelejensi sadar menjadikan orang kurang menjadi korban dari hukum ini dan lebih menjadi pengontrol kondisi.

Kondisi selalu bersifat relatif dan kita melihat bahwa di belakang semua pengalaman relatif itu ada ide-ide spiritual yang bersifat hakiki. Dalam kondisi normal sebagai misal seseorang bisa bekerja tujuh jam sehari, tapi dalam kondisi yang tidak normal karena gangguan kesehatan atau gangguan lain ia tidak bisa bekerja tujuh jam sehari. Karena sifat kondisi yang relatif, maka seseorang menemukan dirinya dalam dua keadaan, normal dan tidak normal. Apakah yang menjadi faktor penyebab normal dan tidak normal? Pertanyaan ini secara mendalam akan membuat orang tersebut mencari sebab-sebab di belakang terjadinya sebuah kondisi. Lebih jauh ia akan mencari hal-hal substansial untuk menemukan rangkaian sebab akibat. Kalau sudah demikian, maka ia akan beralih dari dunia akibat ke ide-ide spiritual murni, kausa prima di belakang segala sesuatu.

Dunia akibat adalah proyeksi dari ide-ide spiritual. Hukum kausa prima akan menyebabkan orang mencari dan terus mencari substansi dasar dari segala sesuatu. Tak akan pernah substansi dasar itu ditemukan dalam dunia akibat karena ia tinggal di dalam ide-ide spiritual. Ia hanya dapat dijangkau dengan pemahaman pikiran yang merupakan individualisasi dari ide spiritual itu.

Manusia hidup di dunia akibat dan berhadapan langsung dengan dunia ini secara fisik. Untuk itu, manusia perlu kiranya memiliki kemampuan memahami sebab dan akibat, mana yang material dan mana yang spiritual. Kedua hal ini tidak bisa dipisah satu sama lain karena yang material dan spiritual berjalan secara bersama seperti pada bidang bawah sadar dan bidang sadar pikiran manusia itu.

Agar kita tidak terseret dan terombang-ambing pada dunia naik turun ini, maka perlu juga kita pahami bahwa hubungan antara yang materiil dan spirituil itu bersifat timbal balik. Yang materi adalah proyeksi yang spiritual dan bentuk fisik proyeksi ini membawa pengalaman baru bagi dunia spiritual sehingga menghasilkan bentuk atau gambaran spiritual baru di mana kita akan memproyeksikannya lagi dalam dunia materi yang baru pula. Pola ini dapat menjadi pola kebiasaan dan jika kita hanya mengikuti pola kebiasaan ini, maka kita akan jauh pada ide spritual murni (lihat lagi pada bab Tiga Tingkat Kehidupan di atas). Untuk menghindari ini kita perlu memahami bahwa apa yang material itu tidak pernah bisa sepenuhnya mewujudkan apa yang spiritual dan apa yang spiritual tidak pernah bisa mendapatkan dirinya secara lengkap pada apa yang material (lihat lagi pada bab Terbatas dan Tanpa Batas di atas).

Yang material dan spiritual ini dapat ditemukan juga dalam konsep Bioenergi. Secara lebih umum kita akan menemukannya dalam mekanisme Bioenergi. Dunia fisik/material adalah dunia akibat. Segala yang terjadi pada tubuh kita adalah akibat dari segala perlakuan kita terhadap tubuh kita sendiri. Perlakuan itu mempengaruhi Bioenergi yang terdapat dalam tubuh kita. Tubuh yang lemah adalah akibat dari pelepasan atau penggunaan energi yang tak terkendali. Ketakterkendalian penggunaan energi ini menandakan bahwa kita tidak memahami dengan benar Bioenergi yang ada dalam tubuh kita, sehingga ia hanya kita wujudkan dalam sifatnya yang terbatas. Padahal sebagai yang spirituil, Bioenergi ini memiliki kemampuan jauh diluar dugaan kita karena ia berakar pada yang mutlak – Tuhan.

Apa yang terjadi pada kita manusia ini adalah terjebak dan selalu mengikuti hukum dunia materi yang terbatas itu. Karena itu, akibat yang kita dapatkan dalam kehidupan ini pun adalah apa yang terbatas itu, sehingga sangat masuk akal jika kita sendiri tidak mengenal eksistensi Bionergi yang terdapat dalam tubuh itu. Hal seperti ini tidak perlu terjadi jika kita tidak mengabaikan Bioenergi. Dengan menghilangkan pengabaian, kita menghilangkan gangguan yang diakibatkannya.

6. Alam Semesta, Beroperasi secara Tertib

Dalam pokok bahasan pertama telah dijelaskan proses kerja alam raya kita, tapi tidak ada ruginya jika kita kembali mengingat pada pokok bahasan ini. Alam semesta bisa beroperasi secara tertib karena berdasar pada sebuah pola yang berbentuk jaringan. Pola adalah sesuatu yang tak bisa direduksi seperti halnya struktur, maka ia tidak dapat disamakan dengan hal-hal yang fisik. Ia adalah sebuah hukum atau prinsip di mana proses kerja mengikuti prinsip ini. Kerja pola ini selalu mengarah pada kebaikan dan perbaikan kualitas.

Manusia sebagai bagian dari alam semesta ini pun mengikuti polanya. Secara lebih sederhana dapat kita lihat dalam pola rantai makanan. Kematian yang satu adalah kehidupan yang lain, begitulah pola itu jika kita tangkap secara fisik. Dalam sudut energi kita dapat melihat bahwa pelepasan dan pengikatan energi ini yang mempertahankan keberadaan pola. Energi yang bersifat kekal ini tidak mengikuti hukum materi yang terbatas. Orang boleh saja mati, akan tetapi energinya akan terserap atau terikat oleh materi lain yang memiliki kekuatan untuk mengikatnya. Energi yang terlepas dan tak terikat akan bergabung dengan energi-enegri lain dan membentuk satu wujud materi secara evolusi. Jadi, pola semesta dapat kekal karena energi juga kekal.

Pada sisi Bioenergi kita dapat juga menangkap adanya pola ini, karena sifat dari Bioenergi juga mengikuti hukum ketertiban operasional semesta dan bergerak berdasar pola. Pola alam semesta berbentuk jaringan karena setiap bagiannya memiliki fungsi dan arti yang sama. Jika digambarkan secara sederhana berupa siklus. Ujud dari siklus selalu saja melingkar, ia akan kembali lagi pada bagian-bagiannya dalam perjalanannya.

Bioenergi sebagai sumber energi yang berakar pada yang mutlak itu juga memiliki pola melingkar atau siklus dalam operasinya. Energi mutlak, terpancar pada Bioenergi dalam tubuh manusia, tindak pelepasan yang dilakukan manusia akan mengembalikan energi ini pada yang mutlak, demikian seterusnya. Pola yang terdapat dalam Bioenergi ini juga mengikuti operasional alam semesta yang tertib.

7. Alam Semesta, Merespon Pikiran Kita

Alam semesta merespons pada energi pikiran kita. Prinsip dasar spiritual ialah pikiran tak terbatas yang bertindak sebagai hukum dan yang merespons pada pikiran dan kesadaran kita. Apakah yang dimaksud dengan hukum? Hukum adalah prinsip-prinsip di alam semesta. Hukum adalah sebab akibat dan aksinya merupakan refleksi. Itu berarti hukum menerima, menyetujui, dan bereaksi terhadap pikiran, dan perasaan kita, serta tercermin kembali ke dalam pengalaman kita.

Jika kita berpikir tentang sesuatu, maka hukum sebab akibat ini langsung menjalankan perannya. Wujud pikiran itu merupakan hasil reaksi yang terjadi antara pikiran dan prinsip alam semesta, dan hal tersebut merupakan cermin bagi pengalaman kita. Dengan kata lain, segala wujud fisik yang merupakan hasil dari pikiran manusia ini adalah cermin refleksi pengalaman manusia. Refleksi ini dapat juga dipahami sebagai hubungan timbal balik antara yang material dan spiritual.

Proses kerja pikiran manusia ini juga mencerminkan proses kerja alam semesta yang selalu menuju pada kualitas yang lebih baik. “Hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini.” Kalimat ini menunjukkan spirit manusia yang mengikuti prinsip alam semesta. Manusia yang menyadari prinsip ini akan masuk dalam kesadaran dan jiwa dari refleksi. Kesadaran ini selanjutnya akan mengarahkan aksi-aksi positif manusia yang diterima dari daya tak terbatas melalui pikiran. Pemahaman refleksi akan mengarahkan kita pada hal yang lebih baik dan mempertahankan harmoni.

Seorang pengajar memberikan ujian pada murid-muridnya dan hasil dari ujian itu tidak memuaskan. Seorang pengajar yang paham pada respons alam semesta akan menganggap hasil itu bukan sebagai hasil semata tapi berupa refleksi. Untuk lebih meningkatkan pada hal yang lebih baik, sudah sewajarnya jika pengajar itu bertanya apa yang salah dalam ujian ini? Murid-murid saya terlalu malaskah?, atau pelajarannya terlalu sulit?, ataukah cara mengajar saya yang kurang betul? Inilah yang disebut pemahaman refleksi, karena jawaban dari serangkaian pertanyaan itu akan mengubah cara kerja pengajaran dan meningkatkan hasil yang lebih baik.

Dalam Bioenergi, aksi dari prinsip alam semesta yang berupa refleksi ini pun harus dipahami, sebab jika tidak tentunya tidak akan mengarah pada keadaan yang lebih baik atau hamonis. Wujud dari pengeluaran energi apapun itu adalah refleksi terbaik bagi si manusia. Wujud dari refleksi itu adalah pengalaman baru bagi si manusia untuk kemudian dijadikan landas pacu baru bagi hasil yang lebih baik. Secara fisik dapat kita temukan contohnya pada seorang atlet. Ia melempar lembing sejauh 4 meter hari ini dan besoknya ia tetap hanya bisa melempar sejauh 4 meter. Hasil tidak boleh berhenti sebagai hasil. Ia adalah cermin, maka sudah barang tentu ada yang salah pada lemparan kedua. Apakah si atlet kurang berlatih? apakah energi yang dikeluarkan sudah optimal?, atau apakah ada pengaruh atau faktor lain? Jawaban-jawaban inilah yang nanti akan menjadi landas pacu proses kerja atlet berikutnya.

Pertanyaan-pertanyaan reflektif ini akan terjadi jika seseorang tidak menemukan apa yang menjadi harapannya atau mendapatkan sesuatu yang di luar kehendaknya. Mengapa saya lemas, mengapa saya muntah, mengapa saya tidak sehat adalah pertanyaan yang timbul karena manusia tidak mengharapkan hal ini terjadi padanya pada saat itu. Secara sederhana, orang tersebut akan bertanya atau berkonsultasi dengan orang lain untuk mendapatkan jawabannya, tapi tidak jika orang ini mengetahui secara mendalam Bioenergi yang terdapat dalam tubuhnya sendiri. Ia akan mengurai sendiri dan mencoba menemukan melalui proses Bioenergi, baik secara fisik ataupun spiritual (hal ini akan dijelaskan secara mendetil pada bab penyembuhan).

Untuk mendapatkan pemahaman dan kemampuan pemanfaatan Bioenergi secara menyeluruh. Segera pesan buku Kecerdasan Bioenergi.

Untuk mendapatkan pemahaman dan kemampuan pemanfaatan Bioenergi secara menyeluruh. Segera pesan buku Kecerdasan Bioenergi.

Untuk mendapatkan pemahaman dan kemampuan pemanfaatan Bioenergi secara menyeluruh. Segera pesan buku Kecerdasan Bioenergi.

Untuk mendapatkan pemahaman dan kemampuan pemanfaatan Bioenergi secara menyeluruh. Segera pesan buku Kecerdasan Bioenergi.

Untuk mendapatkan pemahaman dan kemampuan pemanfaatan Bioenergi secara menyeluruh. Segera pesan buku Kecerdasan Bioenergi.

Untuk mendapatkan pemahaman dan kemampuan pemanfaatan Bioenergi secara menyeluruh. Segera pesan buku Kecerdasan Bioenergi.

Untuk mendapatkan pemahaman dan kemampuan pemanfaatan Bioenergi secara menyeluruh. Segera pesan buku Kecerdasan Bioenergi.

Untuk mendapatkan pemahaman dan kemampuan pemanfaatan Bioenergi secara menyeluruh. Segera pesan buku Kecerdasan Bioenergi.

Untuk mendapatkan pemahaman dan kemampuan pemanfaatan Bioenergi secara menyeluruh. Segera pesan buku Kecerdasan Bioenergi.

Untuk mendapatkan pemahaman dan kemampuan pemanfaatan Bioenergi secara menyeluruh. Segera pesan buku Kecerdasan Bioenergi.

Untuk mendapatkan pemahaman dan kemampuan pemanfaatan Bioenergi secara menyeluruh. Segera pesan buku Kecerdasan Bioenergi.

Untuk mendapatkan pemahaman dan kemampuan pemanfaatan Bioenergi secara menyeluruh. Segera pesan buku Kecerdasan Bioenergi.

Untuk mendapatkan pemahaman dan kemampuan pemanfaatan Bioenergi secara menyeluruh. Segera pesan buku Kecerdasan Bioenergi.

Untuk mendapatkan pemahaman dan kemampuan pemanfaatan Bioenergi secara menyeluruh. Segera pesan buku Kecerdasan Bioenergi.

Untuk mendapatkan pemahaman dan kemampuan pemanfaatan Bioenergi secara menyeluruh. Segera pesan buku Kecerdasan Bioenergi.

Untuk mendapatkan pemahaman dan kemampuan pemanfaatan Bioenergi secara menyeluruh. Segera pesan buku Kecerdasan Bioenergi.

Untuk mendapatkan pemahaman dan kemampuan pemanfaatan Bioenergi secara menyeluruh. Segera pesan buku Kecerdasan Bioenergi.

Untuk mendapatkan pemahaman dan kemampuan pemanfaatan Bioenergi secara menyeluruh. Segera pesan buku Kecerdasan Bioenergi.

Untuk mendapatkan pemahaman dan kemampuan pemanfaatan Bioenergi secara menyeluruh. Segera pesan buku Kecerdasan Bioenergi.

Untuk mendapatkan pemahaman dan kemampuan pemanfaatan Bioenergi secara menyeluruh. Segera pesan buku Kecerdasan Bioenergi.

Untuk mendapatkan pemahaman dan kemampuan pemanfaatan Bioenergi secara menyeluruh. Segera pesan buku Kecerdasan Bioenergi.

Tentang Penulis

Siapa HM Syaiful M. Maghsri?

HM SYAIFUL M. MAGHSRI adalah seorang motivator, mentor, Penemu & Formulator Ilmu Bioenergi, juga guru manajemen spiritual dan konsultan, yang bergerak di bidang pelayanan konsultasi meliputi: Konsultasi Kesehatan (pengobatan holistik), Konsultasi Rumah Tangga, Konsultasi Bisnis dan Karier, Konsultasi Anak, Konsultasi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia serta konsultasi berbagai masalah hidup lainnya, baik untuk personal maupun perusahaan yang berkedudukan di Yogyakarta. Melalui Profil HM Syaiful M. Maghsri, Anda akan semakin mengenal beliau dan semoga Anda akan mendapat inspirasi sekaligus manfaat atas keberadaan beliau dengan segenap profesi dan keahliannya.
 
Syaiful M. Maghsri sudah menjadi konsultan sejak tahun 2000 hingga sekarang dan telah membantu ribuan orang untuk hidup lebih SEHAT, SUKSES, KAYA dan SEJAHTERA  juga menjadi mitra bagi lembaga pemerintah maupun swasta dalam dalam mengembang usahanya. Berbekal idealisme dan profesionalisme serta keahlian di bidangnya. Bp. HM Syaiful M. Maghsri sebagai sosok yang telah menemukan dan memformulasikan ilmu Bioenergi pada tahun 1996 hadir di tengah masyarakat untuk membantu memberi solusi mengatasi berbagai masalah dan membantu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia beserta tantangannya dewasa ini.

Detail Buku

400 Halaman
Diterbitkan oleh BIO PUBLISHER

PT BIOENERGI INTERNASIONAL
ISBN: 979-95081-3-4
Ukuran 155 x 240 mm

Frequently Asked Questions

Jika Anda memiliki pertanyaan, kami di sini akan menjawabnya. Kami mencintai pelanggan kami, dan kami ingin membantu Anda dengan cara apa pun atau hanya mendengarkan cerita Anda. Jadi, jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan melalui @bioenergi_center di Instagram — kami akan segera menghubungi Anda. 

Berikut ini merupakan jawaban atas beberapa pertanyaan umum:

Ya, Ada. JAMINAN 100% UANG KEMBALI!!!.

Karena jika Anda benar-benar memahami dan menerapkan kecerdasan Bioenergi dalam setiap aspek hidup Anda, Anda pasti mendapatkan manfaat. Demikian juga JIKA Anda benar-benar Menerapkan Ilmu Bioenergi dalam setiap aspek hidup Anda dengan sungguh-sungguh, maka setiap HARAPAN dan TUJUAN Anda akan mudah TERWUJUD. Apapun Kesulitan yang terjadi, akan Anda hadapi dengan TENANG dan PERCAYA DIRI karena Bioenergi Bekerja Mengikuti Arah Hati dan Pikiran Anda dan PASTINYA Anda ingin hidup lebih SEHAT, SUKSES, KAYA & SEJAHTERA. Sederhana bukan ?

Untuk 100 Orang pemesan pertama, akan memperoleh SUPER BONUS senilai Rp 1.250.000
BONUS berupa :

  1. BIOENERGI ADJUSTMENT senilai Rp 1.000.000,-
  2. CD AUDIO KESUKSESAN senilai Rp 250.000,-